Makna Sebuah Peristiwa

Hari hari ini, saya merasa sedikit gamang,resah. Galau kata anak gaul masa kini. Betapa tidak. Pekerjaan saya yang sebagai buruh pembuatan sumur bor, akhir akhir ini sepi. Jarang ada orderan mengebor sumur. Dalam satu minggu hanya ada satu atau dua order. Penggarapan satu sumur dengan kedalaman 30-40 meter biasanya selesai dalam waktu dua atau 3 hari. Bila dalam seminggu cuma ada satu order pengeboran, hari kerja saya hanya dua sampai tiga hari. Sisanya yang empat hari duduk manis di rumah alias nganggur. Idealnya satu minggu ada 2 order pengeboran so saya bisa kerja 6 atau 7 hari penuh. Biasanya orderan sampai bertumpuk di bos saya hingga harus antri. Entahlah kenapa semenjak 3 bulan terakhir orderan sepi.

Sedih memang tapi hidup harus berjalan. Mencari pekerjaan lain bisa menjadi solusi tapi pekerjaan apa yang ada untuk saya, umur 36 tahun dan cuma lulusan SMU tanpa ketrampilan apapun. Melamar ke pabrik pabrik terdekat sudah saya coba tapi ditolak(nangis bombay). Bertani adalah solusi lainnya tapi harus nunggu panen baru dapat uang. Melaut juga adalah solusi yang bisa dipikirkan tapi saya orangnya mendeman(jawa,mabuk laut). Syukur alhamdulillah istri saya bisa berjualan kecil kecilan di pasar. Hasilnya saat ini masih bisa mempertahankan asap dapur tetap mengepul(terimakasih istriku).

Akibat dari sepi orderan, saya jadi banyak waktu luang di rumah. Merawat tanaman di depan rumah bisa saya lakukan tiap hari. Bersih bersih galagasi di atap rumah, menguras bak mandi dan kegiatan rumahan yang lain. Mengantar dan menjemput istri sehabis berjualam di pasar. Mengantar anak ke sekolah dan mengaji menjadi rutinitas karena banyaknya waktu luang selama sepi orderan.

Berkumpul dengan keluarga, terutama anak semata wayang saya yang masih kelas 1 MI menjadi kegiatan saya saat ini yang sebelumnya jarang saya lakukan saat banyak orderan. Karena sepulang kerja badan sudah lelah. Menemani anak bermain juga menjadi pengisi waktu menganggur saya saat ini. Anak saya merasa sangat gembira karena bapaknya sering meluangkan waktu untuknya. Dengan polosnya anak saya berkata "yah, ikal senang bila ayah gak kerja, ikal jadi punya teman di rumah".

Adapun hikmah di balik sepi orderan kali ini adalah banayaknya waktu luang untuk menemani anak dan keluarga di rumah. Menghabiskan waktu dengan anak adalah kegembiraan baginya. Tak perduli walau kndisi keuangan rumah tangga makin menipis. Yang dibutuhkan anak anak adalah perhatian dari orang tua. Terimakasih Tuhan, Engkau telah berikan waktu luang dan kesehatan kepada kami hingga kami bisa berkumpul bersama. Semoga masa sepi orderan ini segera berakhir...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Pekerjaan Paling Santai

Cara mudah membuat Blockquote keren di Blog

CASHTREE: Aplikasi Android Penghasil Pulsa